Daftar kuliah kapan saja dan di mana saja melalui sistem pendaftaran online yang mudah dan cepat.
Daftar SekarangLihat informasi gelombang pendaftaran, seleksi, dan registrasi mahasiswa baru.
Lihat JadwalTersedia berbagai pilihan beasiswa akademik dan non-akademik untuk calon mahasiswa.
Info BeasiswaCETAK BIRU PERENCANAAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TAHUN 2017 – 2022
Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Halaman
DAFTAR ISI
Bab 1 – Pendahuluan……………………………………………………………………….. 1
1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………….. 2
1.2 Tujuan ………………………………………………………………………….. 3
1.3 Sasaran…………………………………………………………………………. 3
Bab 2 – Gambaran Umum Stikes Widya Cipta Husada ……………. 4
2.1 Visi, Misi dan Tujuan Stikes Widya Cipta Husada ……………… 4
2.2 Renstra Stikes Widya Cipta Husada ………………………………… 6
2.3 Struktur Organisasi Stikes Widya Cipta Husada ……………….. 7
Bab 3 – Evaluasi Capaian Implementasi TIK 2011 – 2016 ……….. 9
3.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK ………………….. 10
3.2 Infrastuktur Jaringan Komputer ……………………………………. 15
3.3 Kecukupan Perangkat Keras di tingkat Pengguna…………….. 20
3.4 Kecukupan Perangkat Lunak di tingkat Pengguna …………… 23
3.5 Sistem Informasi ………………………………………………………….. 24
3.6 Pelaksanaan FGD (Fokus Group Discussion) dengan pihak Pengguna …………………………………………………………………………. 25
Bab 4 Rancangan Program Penerapan TIK 2017-2022 ………….. 32
4.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK ………………….. 32
4.2 Infrastruktur Jaringan Komputer …………………………………. 32
4.3 Sistem Informasi …………………………………………………………. 33
4.4 Sarana dan Prasana Kampus…………………………………………. 38
Bab 5 Penutup ………………………………………………………………….. 40
Bab 1
Pendahuluan
“Kegagalan Implementasi Teknologi Informasi / TI dalam Business Process StikesWCH bukan akibat faktor teknis namun lebih kepada permasalahan non-teknis (faktor manusia, proses dan organisasi kerja)” Curry, J. R. (2002). The Organizational Challenge: IT and Revolution in Higher Education.
Dari kutipan di atas maka harus dipahami sepenuhnya seperti apa StikesWCH sebagai sebuah organisasi kerja. StikesWCH digolongkan ke dalam bentuk organisasi yang loosely coupled world’s dimana hubungan antar bagian cukup renggang. Dalam bentuk organisasi seperti ini, anggotanya belajar dan berubah dengan cara imitasi. Semua akan berjalan dengan baik jika rasa saling percaya tumbuh, sehingga civitas akademika harus dipandang sebagai manusia dan bukan mesin produksi, dimana hubungan informal antar anggota organisasi menjadi sangat penting. Selain itu, StikesWCH tergolong dalam industri quasi-commercial. Selain memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, juga menerapkan prinsip-prinsip manajemen industri komersial untuk mendapatkan dana sebagai pendukung keberlangsungan hidup Stikes WCH.
Dengan bentuk organisasi seperti yang diuraikan di atas, adanya kegagalan atau pernah terjadi kegagalan dalam implementasi TIK dalam StikesWCH akan dipandang negatif oleh banyak pihak, antara lain:
Banyak pihak yang menjadi resistan dalam implementasi terstruktur dan selaras dengan kebutuhan organisasi dan untuk itu dibutuhkan pedoman yang jelas dalam bentuk cetak biru.
Stikes Widya Cipta Husada (Stikes WCH) sudah merasakan manfaatnya apabila pengelolaan implementasi TIK dikelola secara terstuktur, terarah dan selaras dengan kebutuhan organisasi yang didasarkan pada suatu rancangan implementasi yang jelas dalam bentuk cetak biru.
1.1 Latar Belakang
Dalam implementasi pengembangan TIK di STIKES WCH, mulai tahun 2011, STIKES WCH sudah menggunakan pedoman dalam bentuk cetak biru yang disebut “Cetak Biru Perencanaan TIK di Stikes Widya Cipta Husada Kepanjen Tahun 2011 – 2016”.
Cetak biru ini disusun pada tahun 2011 dengan tujuan utama adalah memberikan pedoman padapenataan, pengembangan, penerapan dan pelayanan teknologi informasi dan komunikasi STIKES WCH2011 – 2016 dan memberikan gambaran kepada pihak manajemen dalam menyusun kebutuhan anggaran terkait dengan pendanaan untuk pengembangan TIK dalam kurun waktu 2011 – 2016.
Sedangkan sasaranyang ingin dicapai adalah tercukupinya kebutuhan perangkat keras untuk end user,terbangunnya infrastruktur jaringan yang menghubungkan seluruh node serta terbangunnya Data Center yang representatif untuk mendukung sistem informasi yang berbasis pada teknologi web base.
Sampai dengan akhir tahun 2016, seluruh sasaran yang ingin dicapat dari cetak biru tersebut sudah mencapai target, lebih jelasnya akan dipaparkan pada Bab 3 Hasil Evaluasi Capaian Sasaran Cetak Biru STIKES WCH Tahun 2011 – 2016.
Oleh karena itu maka sebagai keberlajutan dari Cetak Biru Perencanaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2011 – 2016 yang telah mencapai sasaran makadisusunlah Cetak Biru Perencanaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2016 – 2021.
Bab 2
Gambaran Umum STIKES WCH Malang
Stikes Widya Cipta Husada (STIKES WCH) adalah salah satu unit pendidikan dibawah Yayasan Sahid Jaya yang didirikan pada tanggal 23 Maret 1983 berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya No. 039/Sc/Kpts/PI/1982 dan Surat Keputusan Koordinator KOPERTIS Wilayah III Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 0275/KOP.III.N.XII/82.
Stikes Widya Cipta Husada berkedudukan di Malang. Saat ini STIKES WCH memiliki 5 (lima) Prodi (Radiologi, Rekam Medik, Gizi, Kebidanan dan Keperawatan), dengan jumlah mahasiswa aktif ± 500 mahasiswa.
2.1 Visi, Misi dan Tujuan Stikes Widya Cipta Husada
Visi STIKES WCH adalah Menjadi Stikes yang unggul bercirikan Kepariwisataan dan Kewirausahaan. Maksud dari visi tersebut adalah :
Sedangkan misi STIKES WCH sebagai peterjemahan dari visi adalah :
Adapun tujuan yang didasarkan kepada visi dan misi Stikes WCH Malang adalah
Sedangkan sasaran yang ingin dicapat dari tujuan diatas adalah
2.2 Renstra Stikes Widya Cipta Husada
Untuk mewujudkan visi, misi dan mencapai tujuan tersebut, STIKES WCH merumuskan Perencanaan Strategis (Renstra) 5 tahunan yang berpatokan pada Statuta STIKES WCH.
Renstra yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Cetak Biru ini adalah adalah Renstra 2016 – 2021. Renstra yang disusun ini bertujuan untuk mencapai Visi dan Misi Stikes WCH dalam jangka waktu tertentu. Rumusan Renstra ini telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi obyektif faktor internal dan eksternal dengan mengacu pada Arah Kebijakan Umum Rektor 2016 (AKUR), Rencana Induk Pengembangan (RIP) Stikes.
Stikes Widya Cipta Husada menyusun rencana induk pengembangan (RIP) tahun 2016-2034 sebagai rencana jangka panjang yang dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis (Renstra). RIP tahun 2016-2034 dijabarkan dalam 5 (lima) tahapan Renstra :
Berdasarkan Rencana Induk pengembangan Stikes yang dikaitkan dengan visi dan misi Stikes Widya Cipta Husada, maka rencana strategis 2016 – 2021 berorientasi pada pembenahan ke dalam untuk mengembangkan tata kelola yang baik, mengacu pada pemenuhan prinsip-prinsip partisipasi, orientasi pada konsensus, akuntabilitas, transparansi, responsif, efektif dan efisien, ekuiti (persamaan derajat) dan inklusifitas, dan penegakan/supremasi hukum, maka tema rencana strategis 2016 – 2021Stikes Widya Cipta Husada adalah “Menjadi Stikes dengan tata kelola yang baik (Good University Governance) “.
Gambar 2.1. Tonggak capaian (milestone) Stikes Widya Cipta Husada
2.3 Struktur Organisasi Stikes Widya Cipta Husada
Adapun struktur organisasi yang terdiri dari 5 (lima) Prodi, 1 (satu) Program Studi Radiologi, 1 (satu) Program Studi Rekam Medis, 1 (satu) Program Studi Kebidanan, 1 (satu) Program Studi Keperawatan, dan 1 (satu) Program Studi Gizi, didukung oleh1 (satu) lembaga dan 5 (lima) unit pelaksana teknis seperti yang terlihat pada Gambar 2.2. Struktur Organisasi STIKES WCHberikut :
Bab 3
Evaluasi Capaian Implementasi TIK 2011 – 2016
Langkah awal dalam menyusun Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2016 – 2021 adalah melakukan 2 (dua) hal yaitu melakukan evaluasi terhadap capaian pelaksanaan implementasi TIK yang didasarkan pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016 dan melakukan survei kebutuhan user dengan melakukan diskusi kebutuhan TIK dengan para pemakai.
Evaluasi capaian implementasi TIK di STIKES WCH tersebut, dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap 5 (lima) aspek yaitu :
Evaluasi dilakukan dengan melihat capaian hasil implementasi di lapangan terhadap rancangan program pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016. Sebagai catatan pada saat implementasi cetak biru ini, STIKES WCH mendapatkan dana hibah dari Program Hibah Kompetisi Institusi (PHK-I) selama 3 (tiga) tahun dari Tahun 2011 sampai Tahun 2011 sehingga banyak pendanaan untuk kegiatan implementasi dari cetak biru ini didanai dari program tersebut.Serta melakukan kegiatan FGD (Focus Group Discussin) yang melibatkan pengguna untuk dapat menjaring aspirasi dari para pengguna mengenai hasil evaluasi implementasi sistem informasi dalam kurun waktu 2011 – 2016, sesuai dengan Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016.
3.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK
Dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, terdapat 4 (empat) rancangan program yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi SDM pengelola TIK adalah :
Dan hasil pencapaian dari pelaksanaan rancangan program tersebut adalah:
TIK untuk SDM pengelola TIK yang memiliki masa kerja diatas 10 tahun.
UPT Sistem Informasi memiliki 3 (tiga) koordinator bidang yaitu
Adapun struktur organisasi lengkap dari UPT. Sistem Informasi bisa dilihat pada Gambar 3.1 Struktur Organisasi UPT.SI
Gambar 3.1 Struktur Organisasi UPT.SI
Bidang disini dimaksudkan sebagai kelompok jenis pekerjaan yang dilakukan dan bukan merupakan jabatan.
Adapun tugas dari UPT Sistem Informasi adalah
UPT Sistem Informasi diketua oleh seorang Ka. UPT yang memiliki tanggung jawab untuk
Sedangkan untuk masing-masing bidang, memiliki tugas sebagai berikut :
Bidang Infrastuktur TIK
Bidang Sistem Informasi
Bidang Layanan Informatika
Sedangkan untuk program mutasi, pensiun dini dan pengrekrutan tenaga SDM baru masih dalam proses.
3.2 Infrastuktur Jaringan Komputer
Untuk infrastuktur jaringan komputer dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, memiliki porsi rancangan program yang cukup banyak, 7 (tujuh) rancangan program, yaitu :
membangun infrastuktur jaringan komputer STIKES WCH yang diarahkan kepada
2(dua) tujuan yaitu
realtime terkait dengan implementasi modul krs mahasiswa online dan
pengisian nilai online
dengan memperhatikan beberapa hal :
managable yang terhubung melalui jaringan back bone ke core siwth
switch
Port pada Distribution Switch -> Port pada Patch Panel -> Wallplate
Pengguna -> PC/Notebook
mengoperasikan PC, ruang kelas, ruang lab dan titik Access Point
berbeda dengan VLAN router berada di Data Center
adalah penyedia internet yang mampu menyediaakan IP Public
o Web Server
o Database Server
o Firewall Server
o Gateway Server
o Mail Server
o DNS Server
teknologi sampai 5 (lima) tahun ke depan
perangkat keras server
diposisikan berada di lobby STIKES WCH, ruang perpustakaan, ruang rapat dan
ruang fakultas
Distribution Switch yang sama. Maksud terpisah disini adalah terpisah secara
jaringan dengan menerapkan VLAN ID sendiri khusus untuk jaringan wireless.
sambungan internet untuk kabel
username dan password dengan cara mempergunakan konsep sebagai
berikut :
Captive Portal -> Radius Server -> LDAP Server
username dan passwornya di tulis ke LDAP Server menggunakan konsep
sikronisasi dengan jangka waktu sikronisasi setiap 2 (dua) jam
waktu untuk 1 (satu) username
selama 5 tahun kedepan dengan panel yang terpisah dengan panel ruangan
Dir. PMSI
Dan hasil pencapaian dari pelaksanaan rancangan program tersebut adalah:
keseluruhan untuk Kampus Supomo baik yang terletak di Gd. Depan maupun di
Gd. Belakang sejumlah 370 titik dengan perincian seperti terlihat pada Tabel 3.2
Rincian sebaran Jaringan Titik Pengguna. Sedangkan untuk Kampus Sudirman
terbangun 13 titik.
Terletak di Jumlah Gd. Depan Lantai 1 64 Lantai 2 44 Lantai 3 50 Lantai 4 53 Lantai 5 44 Lantai 6 44 Lantai 7 dan 8 24 323
Gd. Belakang Lantai 1,2 dan 3 47 370
Tabel 3.2 Rincian sebaran Jaringan Titik Pengguna Kampus Supomo
dan memiliki backup dengan besaran yang sama yang sebelumnya masih
tersambung dengan switch unmanageble saat ini sudah tersambung dengan
switch manageble
manageble yang digunakan sebanyak 18 unit dengan konfigurasi layer 2 dan
layer 3 switch. Sudah menerapkan konsep VLAN dengan jumlah VLAN ID
sebanyak 31 VLAN ID (25 Distribution VLAN, 1 VLAN DMZ, 6 VLAN Border)
membangun VLAN dmz dan VLAN Server Farm
tersambung secara fisik menggunakan kabel dan
Kedua jaringan tersebut mendapatkan sambungan internet terpisah yang berasal
dari 2 penyedia sambungan internet dengan besaran masing-masing :
sambungan international dan 20 Mbps untuk sambungan lokal
sambungan international dan 40 Mbps
24 unit yang tersebar 22 unit di Kampus Supomo dan 2 unit Kampus Sudirman
berfungsi dengan kondisi sbb :
menggunakan model virtualisasi dengan konfigurasi sbb :
– Server Fisik menggunakan OS Windows 2008
– Aplikasi Virtualisasi menggunakan Vmware
– Seluruh server virtual menggunakan OS Linux
– Server fisik dilengkapi dengan fasilitas backup dengan menggunakan
aplikasi backup cobian backup
– Storage Backup dalam bentuk NAS Server
– Seluruh server virtual dibackup ke NAS Server
dan prasarana untuk pelaksanaan program pengaktifan modul KRS
Mahasiswa dan modul Pengisian Nilai berbasis web base sehingga server
yang terbangun adalah :
– Web Server 1 dan 2
– Database Server 1 dan 2
keperluan jaringan yaitu
– Firewall Server
– Gateway Server
– DNS Server (Primary dan Secondary)
– Proxy Server
– DHCP Server
– Monitoring Server
– NAS Server
– Server2 untuk keperluan Hotspot Security yaitu Radius Server, LDAP
Server dan Captive Portal Server
layanan yaitu :
– Mail Server
– SMS Gateway Server
– Active Directory Server
Sehingga total yang terbangun menjadi 18 Server yang sebagian besar berada di
VLAN Server Farm kecuaili Firewall Server yang berada di DMZ.
Seluruh Server
sistem pembuangan permanen sehingga Ruang data Center bisa beroperasi
selama 24 jam
panel ruangan dan konfigurasi saluran langsung dari panel induk
Rack Network Equipment
melalui Router ISP kemudian masuk ke Core Router kemudian masuk ke
Firewall baru akses ke DMZ
Kesimpulan :
Untuk keseluruhan rancangan program terkait dengan pembangunan jaringan
infrastruktur komputer sudah terbangun dengan baik malah sudah menerapkan
virtualisasi dimana virtualisasi merupakan salah satu penerapan konsep green
computing
3.3 Kecukupan Perangkat Keras di tingkat Pengguna
Dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan
Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, rancangan program yang terkait dengan
pemenuhan kebutuhan perangkat keras adalah sbb :
Notebook, dosen mendapat notebook, staf mendapat PC dst
dengan tujuan pada tahun 2016 dapat dicapai keadaan 1 (satu) PC/Notebook
untuk 1 (satu) pengguna
dengan 1 (satu) perangkat printer dapat digunakan untuk 5 (lima) PC/Notebook
Yang dimaksud dengan perangkat keras disini adalah perangkat keras yang
digunakan untuk kegiatan perkantoran dan perkuliahan yaitu PC Desktop, Notebook
dan Printer dan tidak termasuk dengan perangkat yang berada di Lab.
Pelaksanaan seluruh program yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan
perangkat keras, tidak terlepas dengan bantuan dana hibah dari program PHK
Institusi yang didapat STIKES WCH dari Dirjen DIKTI antara tahun 2011 sampai 2011.
Adapun perkembangan perangkat keras TIK Perkantoran dapat dilihat pada Tabel
3.3 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran dari tahun 2008 sampai tahun
2016 dan Grafik 3.1 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran dari tahun
2008 sampai tahun 2016
No
Jenis Perangkat Keras TIK Perkantoran
Tahun
2008 2011 2010 2011 2012 2016
1 Komputer Desktop 31 71 124 144 155 161
2 Printer 23 51 54 60 65 69 3 Notebook 3 13 17 21 21 31
Tabel 3.3 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran dari tahun 2008 sampai tahun 2016
Grafik 3.1 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran dari tahun 2008
sampai tahun 2016
Berdasarkan Tabel 3.2 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran dari
tahun 2008-2016 terlihat lonjakan jumlah mulai dari tahun 2011, akibat diterimanya
perangkat keras TIK perkantoran dari proyek PHK Institusi. Sampai dengan tahun
2016, jumlah PC Desktop sebesar 161 dan tersebar keseluruh bagian dan bila dilihat
dari jumlah pegawai Univ. Sahid Jakarta adalah 172 orang (termasuk dosen diluar
Satpam, Teknisi dan Office Boy, Driver), kondisi sudah mendekati ideal 1 komputer
untuk 1 pegawai. Sedangkan untuk jumlah printer dengan total pada tahun 2012
sebesar 69 didapat rata-rata 1printer digunakan oleh 3 komputer atau notebook
sehingga harus dilakukan pembenahan lagi untuk dapat menuju ke keadaan efisien
(1 printer digunakan lbh dari 5-10 unit komputer/notebook)
Kesimpulan :
Untuk keseluruhan rancangan program terkait dengan kecukupan perangkat keras di
tingkat pengguna sudah dapat dicukup, tetapi perlu dikembangkan program efisiensi
ke arah implementasi konsep green computing dimana salah satunya adalah
pengurangan penggunaan printer untuk mencetak dan penggunaan perangkat keras
yang memiliki low power consumption . Oleh karena itu untuk pemilihan perangkat
keras sebaiknya yang memiliki spesifikasi low power consumption .
31
71
124
144
155 161
23
51 54 60 65 69
3
13 17 21 21
31
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180
2008 2011 2010 2011 2012 2016
Komputer Desktop
Printer
Notebook
3.4 Kecukupan Perangkat Lunak di tingkat Pengguna
Dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan
Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, rancangan program yang terkait dengan
pemenuhan kebutuhan perangkat lunak adalah sbb :
PC/Notebook
Licence Agreement
termurah
bersifat free license
Yang dimaksud dengan perangkat lunak disini adalah perangkat lunak berupa
sistem operasi dan aplikasi perkantoran
Untuk sistem operasi dan aplikasi Perkantoran mulai tahun 2011 sudah berlisensi
dengan sistem lisense berbentuk sewa yang dikontrak selama 3(tiga) tahun dalam
bentuk Microsoft License Agreement. Maksud yang di kontrak selama 3 (tiga) tahun
adalah nilai pembayaran setiap tahun di garansi tetap sampai 3 (tiga) tahun. Untuk
daftar perangkat lunak Aplikasi Perkantoran dan jumlah lisensiya dapat dilihat pada
Tabel 3.4 Daftar Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran dan Jumlah Lisensinya
No Jenis Perangkat Lunak Jumlah Lisensi
Microsoft Windows 7 Profesional 250
Microsoft Office 2010 Profesional 250
Microsoft Windows Server 2008 Standar Edition 20
Microsoft Windows Server 2008 CAL 20
Tabel 3.4 Daftar Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran dan Jumlah Lisensinya
Untuk tahun 2012 ada penambahan aplikasi yaitu Microsoft SQL Server 2008
dengan jumlah lisensi yang sama yaitu 20.
Kesimpulan :
Untuk keseluruhan rancangan program terkait dengan kecukupan perangkat lunak di
tingkat pengguna sudah tercapai dengan baik. Kedepannya sebaiknya untuk aplikasi
yang berlicense bisa ditambah dengan aplikasi anti virus dan aplikasi2 lain yang
digunakan oleh Lab2 yang menggunakan PC Desktop sebagai perangkat
pelatihannya.
3.5 Sistem Informasi
Dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan
Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, rancangan program yang terkait dengan
sistem informasi difokuskan kepada pengaktian modul pengisian KRS mahasiswa
dan pengisian nilai dosen yang sudah dikembangkan sejak tahun 2008 dan berbasis
kepada aplikasi web base. Dan hasil yang dicapai bahwa sejak tahun akademik
2011/2010 semester Ganjil kedua modul tersebud sudah dapat digunakan secara
online.
Sejak tahun 2011, STIKES WCH mengembangkan beberapa sistem informasi
yang sebagian besar didanai dari dana hibah PHK Institusi. Seluruh sistem informasi
ini sudah terintegrasi tetapi belum secara realtime online dikarenakan masih
menggunakan database yang saling terpisah satu dengan lainnya. Integrasi disini
melalui konsep sikronisasi database. Keseluruh sistem informasi –sistem informasi
tersebut dikenal sebagai SIUS (Sistem Informasi STIKES WCH) atau SITEPUS (Sistem
Informasi Terpadu STIKES WCH). Jumlah modul yang tegabung dalam SITEPUS ada
sebanyak 15 modul yaitu
CETAK BIRU PERENCANAAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TAHUN 2016 – 2021
Halaman 25
Kelemahan utama dari SITEPUS adalah karena penggunaan database yang
beragam dan penggunakan cara sinkronisasi data untuk integrasi. Cara ini sering
menyebabkan kesalahan informasi akibat keterlambatan atau kesalahan pada
proses sinkronisasi.
Kesimpulan :
Cukup banyak modul sistem informasi yang terbangun pada implementasi Cetak
Biru Perencanaan TIK Tahun 2011 – 2016, tetapi masih terlihat bahwa seluruh
modul belum terintegrasi secara penuh dikarenakan masih menggunakan database
yang terpisah dan integrasinya melalui cara sinkronisasi, untuk kedepannya
sebaiknya direncanakan untuk redevelopment modul-modul dari SITEPUS untuk
menggunakan satu database dan terintegrasi secara penuh tanpa melalui proses
sinkronisasi.
3.6 Pelaksanaan FGD (Fokus Group Discussion) dengan pihak Pengguna
FGD dilakukan dengan mengunjungi unit-unit yang terdapat di struktur
organisasi STIKES WCH dengan hasil seperti yang terlihat pada Tabel 3.5 Hasil FGD
No Unit Hasil FGD
1 Direktorat
Administrasi
Akademik (Dir. AA)
pengisian nilai dengan modul2 lain pada SITEPUS terintegrasi
secara penuh dan tidak terpisah databasenya sehingga tidak perlu
lagi menggunakan cara sinkronisasi
disediakan fasilitas pada sistem informasi yang menggantikan
kunjungan ke loket pelayanan mahasiswa misalnya untuk
permohonan cuti, cetak kartu ujian, cetak informasi tagihan dls
sehingga mengurangi kunjungan mahasiswa ke loket pelayanan
mahasiswa. Loket pelayanan mahasiswa tetap disediakan tetapi
diarahkan untuk pemberian informasi
masuk kedalam sistem informasi akibat tidak seragamnya kegiatan
proses akhir di tiap fakultas, dapat dimasukkan seluruh kegiatan ke
sistem informasi sehingga seluruh kegiatan proses akhir dapat
termonitor dengan baik
Dosen terkait dengan interaksi dengan mahasiswa diluar peserta
kuliah misalnya sebagai dosen pembimbing akademik atau dosen
pembimbing tugas akhir sehingga tidak perlu menggunakan laporan
atau form cetak
Ka.Jurusan/Ka.Program Studi sehingga informasi-informasi atau
kegiatan – kegiatan yang melibatkan Ka.Jurusan/Ka.Program Studi
dapat dilakukan secara online tanpa perlu dibuatkan laporan atau
form cetak misalnya spt proses penyetaraan matakuliah untuk
mahasiswa baru pindahan atau alih kredir, evaluasi pelaksanaan
perkuliahan per pertemuan, validasi naskah soal dls
unicersitas dan fakultas untuk memantau atau memonitoring seluruh
kegiatan akademik secara realtime online tanpa perlu melalui
laporan tercetak
2 Direktorat • Untuk proses-proses yang terkait dengan mahasiswa sebaiknya
Keuangan disediakan fasilitas pada sistem informasi yang menggantikan
kunjungan ke loket pelayanan mahasiswa misalnya untuk
mengetahui besaran biaya perkuliahan, permohonan angsuran,
pelaporan pembayaran dls sehingga mengurangi kunjungan
mahasiswa ke loket pelayanan mahasiswa. Loket pelayanan
mahasiswa tetap disediakan tetapi diarahkan untuk membantu
mahasiswa dalam melakukan pemberian informasi dan pembayaran
melalui sistem transfer dengan menggunakan mesin EDC.
sudah cukup lama digunakan sejak tahun 1998 sebaiknya diganti
dan diarahkan terintegrasi secara penuh dengan modul administasi
keuangan mahasiswa dan administrasi keuangan dosen
modul administrasi keuangan dosen untuk mengatasi perubahan
perubahan parameter-parameter perhitungan honor
diberikan oleh yayasan dan dapat melibatkan seluruh unit.
3 Direktorat Simber
Daya Manusia dan
Infrastuktur (Dir.
SDMI)
Untuk SDM
kepegawaian
Tata Usaha
tercetak untuk kegiatan yang sifatnya komunikasi seperti undangan
rapat, permohonan, pemberitahuan, surat edaran dls
diperlukan mudah untuk dicari
yang sifatnya resmi yang ditujukan ke pihak eksternal
Pengadaan Barang
ditambahkan fasilitas untuk mengelola pengadaan barang yang
disesuaikan dengan peraturan terbaru dn ditambah beberapa
laporan seperti Rencana Pengadaan Barang Tahunan (turunan dari
ARB), Dokumen Pemesanan Barang,Laporan Pengadaan Barang,
Laporan Pemakaian Barang Habis Pakai, Laporan Kondisi Barang
Bergerak, Evaluasi Penawaran dan Penetapan Pemasok
perlengkapan diintegrasikan dengan modul anggaran yang akan
dikembangkan sehingga anggaran untuk PBJ dapat dimonitor
dengan mudah
Infrastuktur
mudah dilakukan monitoring terhadap pengaduan terkait dengan
sarana infrastuktur
dengan fasilitas untuk historical data service untuk tiap sarana
infrastuktur
4 Direktorat
Penerimaan Mhs
Baru (Dir. PMB)
mahasiswa yang tidak dapat datang ke kampus sebelum perkuliahan
dimulai yang dilengkapi dengan test online sampai dengan calon
mahasiswa menjadi mahasiswa kecuali mahasiswa pindahan atau
alih kredit yang harus bertatap muka dengan
Ka.Jurusan/Ka.Program Studi dalam melakukan wawancara
penyetaraan mata kuliah
masuk pindahan atau alih kredit untuk mempermudah Ka.Jurusan /
Ka.Program Studi dalam melakukan penyetaraan mata kuliah
dapat melakukan penelurusan terhadap calon mahasiswa sampai
jadi mahasiswa
mendapatkan gambaran efektifitas hasil promosi yang dilakukan
misalnya kaitannya dengan kunjungan ke SMU dan jumlah calon
yang masuk, analisa hasil survei terkait dengan pengetahuan calon
terhadap Stikes WCH dls
5 Direktorat
Kemahasiswaan,
Pengembangan
Karakter, Alumni
Dan Carier
Development
Centre (Dir. KPKA
dan CDC)
eksternal
smartphone dan dilengkapi fasilitas tracer study sehingga
mempermudah direktorat dalam kegiatan tracer study
seluruh kegiatan ORMAWA dapat dimonitoring dengan mudah
akademik yang menghasilkan transkrip non akademik
6 Lembaga Penelitian
Dan Pengabdian
Pada Masyarakat
(LPPM)
untuk mendata penelitian dan pengabdian masyarakat yang
dilakukan oleh dosen
7 Lembaga
Pengembangan
Pendidikan Dan
Pengajaran (LP3)
yang ada sekarang sehingga mudah untuk mendapatkan informasi
mengenai kurikulum secara lengkap dimulai dari pengusulan
kurikulum sampai kurikulum disetujui untuk dipakai
dapat dilakukan (lihat model e-learning Univ Bina Nusantara)
LP3 (lihat contoh pada http://ppm
manajemen.ac.id/category/pengembangan-eksekutif/ )
8 Kantor Satuan
Pengawas Internal
(SPI)
Pengawasan Internal (SPI)
9 UPT Perpustakaan • Penggunaan barcode atau QR code untuk bahan pustaka dan kartu
anggota
skripsi, thesis dan disertasi digital
10 Sekolah Pasca • Modul pasca sarjana yang saat ini masih terpisah dari modul
Sarjana akademik S1/D3 diintegrasikan secara penuh kecuali untuk proses
akhir yang memang berbeda dengan S1/D3
11 Fakultas 1. Dikembangkan modul untuk pimpinan Fakultas untuk dapat
memonitoring kegiatan-kegiatan mulai dari penerimaan mahasiswa
baru sampai kegiatan proses akhir dengan fasilitas dashboard yang
mudah dibaca dan dipahami oleh pimpinan Fakultas dan yang
berbasis pada teknologi webbase sebagai pengganti modul yang
saat ini berbasis client server
secara lebih jelas khususnya dengan kegiatan-kegiatan akademik
yang tidak terpusat seperti kegiatan proses akhir
yang terkait dengan kegiatan perkuliahan yang berbasis pada
teknologi webbase sebagai pengganti modul yang saat ini berbasis
client server
11 Rektorat 4. Dikembangkan modul untuk pimpinan Rektorat (Rektor dan Wakil
Rektor) dan pada Direktur untuk dapat memonitoring kegiatan
kegiatan mulai dari penerimaan mahasiswa baru sampai kegiatan
proses akhir dengan fasilitas dashboard yang mudah dibaca dan
dipahami dan yang berbasis pada teknologi webbase sebagai
pengganti modul yang saat ini berbasis client server
Kesimpulan :
Apabila dilihat seluruh hasil FGD terbanyak adalah pengembang sistem informasi,
sehingga perlu disusun prioritas untuk dapat dikembangkan pada Cetak Biru
Perencanaan TIK Tahun 2016 – 2021.
3.7 Pengembangan Kampus Cimanggis
Berdasarkan informasi dalam RIP 2016 – 2021, kegiatan besar yang akan
dilakukan STIKES WCH adalah membangun kampus baru di daerah Cimanggis. Kampus
Cimanggis dirancang untuk dapat menampung ± 10.000 mahasiswa dan dilengkapi
dengan rumah sakit untuk Fakultas Kedokteran. Direncanakan Kampus Cimanggis
akan memiliki sarana dan prasarna yang cukup lengkap termasuk fasilitas TIK
lengkap yang tersedia untuk seluruh keperluan kampus dan akan direncanakan dari
awal.
Bab 4 Rancangan Program Penerapan TIK 2016-2021
Dari hasil survei evaluasi terhadap kondisi implementasi TIK di STIKES WCH pada
Bab 3 maka pada bab ini dapat disusun rancangan program-progam apa saja untuk
memperbaiki temuan-temuan dari hasil survei tersebut. Rancangan program
tersebut dikelompok kedalam 3 (tiga) kelompok yaitu :
4.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK
Sebagai keberlanjutan dari rancangan program untuk sumber daya manusia
pengelola TIK pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2011 –
2016 yang belum terlaksana, maka rancangan program untuk Cetak Biru
Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2016 – 2021 diarahkan untuk meneruskan
rancangan program yang berlum terlaksana yaitu
tenaga baru sebanyak 2 (dua) orang untuk bidang help desk dan programmer
SDM TIK STIKES WCH pada pelatihan-pelatihan TIK di luar kampus
4.2 Infrastruktur Jaringan Komputer
Apabila dilihat dari evaluasi infrastuktur jaringan komputer keseluruhan
rancangan program dari Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2019 –
2016 sudah terlaksana, sehingga untuk rancangan program untuk Cetak Biru
Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2016 – 2021 diarahkan untuk
meningkatkan kemampuan daya dukung infrastuktur jaringan komputer yang
difokuskan kepada penurunan resiko downtime dan kehilangan data. Untuk itu
rancangan program yang disusun adalah sbb :
dengan berbasis pada konsep virtualisasi
dengan menyediakan cloud storage untuk tiap-tiap pengguna sehingga
pengguna dapat melakukan backup data-data yang dianggap penting pada cloud
storage
dari Generator Gedung
terpisah dengan kelistikan gedung dan disesuaikan dengan penggunaan
Generator khusus ruangan Data Center
4.3 Sistem Informasi
Sesuai dengan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang terkait dengan
sistem informasi pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2019 –
2016 yang sebagian besar adalah pengembangan sistem informasi maka rancangan
program yang disusun untuk untuk Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK
Tahun 2016 – 2021 diarahkan untuk pengembangan sistem informasi.
Pengembangan Sistem Informasi didasarkan pada 2 (dua) hal yaitu :
Kondisi sistem informasi yang digunakan saat ini yaitu SIUS atau SITEPUS yang
memiliki 15 (lima belas) modul dan belum terintegrasi secara penuh
Hasil dari Focus Group Discussion (FGD) dimana sebagian besar adalah
pengembangan sistem informasi
Dari 2 (dua) hal tersebut maka dapat dibuat suatu pemodelan layer dari SIUS
atau SITEPUS versi 2.0 yang dapat dilihat pada Gambar 4.1 Layer Penyusun SIUS
versi 2.0 dan pemodelan modul-modul lengkap yang terdpaat pada SIUS 2.0 yang
dapat dilihat pada Gambar 4.2 Modul dari SIUS 2.0
Diagram 4.1 Layer Penyusun SIUS versi 2.0
Diagram 4.2 Modul dari SIUS 2.0
SIUS 2.0
Sub Sistem Informasi Kepegawaian
Modul Administrasi Kepagawaian
Modul Administrasi Tenaga Pengajar ( Dosen )
Modul Evaluasi dan Kinerja
Modul Manajemen Presensi
Sub Sistem Administrasi Akademik
Modul Penerimaan Mahasiswa Baru
Modul Manajemen Registrasi
Modul Penjadwalan Kuliah dan Ujian
Modul Manajemen Perkuliahan
Modul Evaluasi Perkuliahan
Modul Proses Akhir
Modul Virtual Class / E-LEarning
Modul Laporan EPSBED dan PDPT
Modul Budgeting atau Penganggaran
Modul Perbendaharaan
Modul Akuntansi
Modul Adm Keuangan Mahasiswa
Modul Administrasi Keuangan Dosen
Modul Online Banking System
Sub Sistem Pengelolaan Aset Tetap dan Perlengkapan
Modul Pengadaan
Modul Man Perlengkapan
Modul Pencatatan dan Pemeliharaan Aset Tetap
Sub Sistem Executive Information System
Modul E-Office
Modul Digital Library (TA)
Modul Rektorat dan Dekanat
Sub Sistem Penjaminan Mutu
Modul Dokumentasi SOP dan WT
Sub Sistem Perpustakaan
Modul Adm Perpustakan
Modul Adm Pelatihan LPPM
Modul Adm Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Modul Pengelolaan Audit
Modul Penggajian
Sub SI Kemahasiswaan Modul Adm Keg Mahasiswa
Modul Adm Beasiswa Mhs
Modul Alumni
Modul Career Dev Center (CDC)
Sub Sistem Administrasi Keuangan
Sub Sistem LPPM
Modul Pengelolaan ebook
Modul Program Studi
Modul Pengelolaan Jurnal
Sub Sistem Kantor Satuan Pengawas Internal
Modul Pengelolaan Audit
Modul Pelaporan Hasil Audit
Sub Sistem LP3
Modul Pengelolaan Pelatihan LPPM
Modul Pengelolaan Kurikulum
Modul Pengelolaan Pelatihan LP3
Sedangkan untuk rancangan program pengembangan sistem informasi pada
Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2016 – 2021 dengan
mempertimbangkan skala prioritas dan dari 2 (dua) hal diatas maka modul yang
dikembangkan adalah melakukan redesign seluruh modul yang terdapat pada SIUS
atau SITEPUS yang lama. Modul yang di redesign ada 15 (lima belas) modul yaitu
menjadi 11 (sebelas) Sub Sistem Informasi yaitu
1 Dikembangkan apabila terjadi kesepatan dengan pihak bank untuk melakukan online banking (host-to-host)
modul :
4.4 Sarana dan Prasana Kampus Cimanggis
Untuk rancangan program pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun
2016 – 2021 yang terkait dengan rencana penyediaan sarana dan prasarana TIK
untuk Kampus Cimanggis tidak dapat diberikan secara detail dikarenakan belum
tersedinya secara detail Cetak Biru Pengembangan Kampus Cimanggis tetapi dalam
melakukan penyediaan sarana dan prasarana untuk Kampus Cimanggis dilakukan
dengan penerapan standar sbb :
berbasis pada teknologi Enterprise AP
dengan perangkat wireless presentasion dimana pengguna cukup
menggunakan wireless untuk akses LCD Projector dan tetap dapat
menggunakan Internet
Internet dengan berbasis pada teknologi Enterprise AP
menggunakan jaringan kabel bukan jaringan wireless
switch
optic (untuk link utama dan backup)
kabel fiber optic
Bab 5 Penutup
Diharapkan dengan adanya Cetak Biru Pengembangan Teknologi Informasi
dan Komunikasi Tahun 2016 – 2021 sebagai keberlanjutan dari Cetak Biru
Perencanaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2011 –
2016, dapat menciptakan pola impelementasi TIK yang berkelanjutan dan
membantu memberikan panduan bagi Pimpinan Stikes Widya Cipta Husada dalam
menyusun strategi penerapan dan pemanfaatan TIK di lingkungan Stikes WCH
Jakarta sehingga dapat memberikan manfaat yang tepat kepada seluruh civitas akademica Stikes Widya Cipta Husada .
