Mengapa harus Kuliah di Jurusan Gizi ?

 

Ketika lulus sekolah menengah atas banyak pilihan yang dihadapkan pada kita, meneruskan pendidikan ke jenjang perkuliahan atau langsung bekerja. Langsung bekerja sebenarnya bukan pilihan yang salah, namun akan lebih bijak jika kita melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi baik sambil bekerja ataupun tidak. Hal ini dikarenakan dengan melanjutkan pendidikan akan menunjang masa depan karir dan pekerjaan yang lebih baik.

Saat kita memutuskan untuk melanjutkan pendidikan (kuliah), beragam pilihan kembali dihadapkan kepada kita yaitu ingin kuliah jurusan apa. Semua jurusan/bidang ilmu memiliki kekhususan masing-masing dan saling berhubungan. Namun kuliah di bidang kesehatan tampaknya cukup menjanjikan masa depan. Salah satu jurusan di bidang kesehatan adalah jurusan gizi. Lulusan jurusan gizi akan menjadi ahli gizi.  Mengapa harus kuliah di jurusan gizi, berikut beberapa petimbangannya:

  1. Selama manusia masih membutuhkan makan maka selama itu pula ahli gizi tetap dibutuhkan. Peran ahli gizi kini semakin dibutuhkan seiring dengan penyakit yang bermunculan saat ini cenderung karena gaya hidup yang salah (pola makan yang salah, kurangnya aktivitas fisik, merokok).
  2. Belajar banyak hal yang bermanfaat dan metode pembelajaran yang menyenangkan. Belajar banyak hal yang dimaksud misalnya ilmu pangan, kuliner, ilmu kedokteran, dietetika sampai ilmu tentang riset. Selain itu juga mempelajari ilmu-ilmu humaniora seperti ilmu manajemen, kewirusahaan, gizi olahraga dan kerja, sampai psikologi dan etika profesi. Metode pembelajaran yang diterapkan dan tugas-tugas yang diberikan dosen pun cukup menantang namun menyenangkan dan menuntut kita untuk banyak terjun langsung di masyarakat, industri dan rumah sakit.
  3. Lahan pekerjaaan yang sangat luas.

Dari poin 2 kita bisa tahu bahwa ahli gizi belajar banyak hal sehingga punya lahan pekerjaan yang sangat luas. Selain itu seperti yang disampaikan pada Rapat Komisi V tentang Gambaran Tenaga Kesehatan Tahun 2016 di Indonesia mengungkapkan bahwa sebanyak 2850 puskesmas belum memiliki tenaga gizi. Selain puskesmas banyak sekali lahan kerja ahli gizi sebagai berikut :

  1. Ahli gizi rumah sakit
  2. Konselor gizi mandiri
  3. Ahli gizi puskesmas
  4. Bekerja di LSM / Non Goverment Organization bidang kesehatan
  5. Jasa boga
  6. Wirausaha
  7. Perusahaan makanan
  8. Ahli gizi olahraga
  9. Pendidik (dosen), seorang lulusan gizi (S1) sangat mungkin untuk menjadi pendidik di jurusan gizi dengan cara melanjutkan pendidikan S2 terlebih dahulu
  10. Bekerja di luar negeri, menjadi ahli gizi di negara maju merupakan salah satu profesi yang menjanjikan, dimana kompetensinya sangat diakui dan kedudukannya dalam sistem pelayanan kesehatan dianggap setara dengan dokter
  11. Ilmunya mudah diaplikasikan ke diri sendiri maupun masyarakat sekitar bahkan saat masih menjadi mahasiswa. Contohnya: Saat kuliah diajarkan tentang mencapai berat badan ideal, pola makan gizi seimbang, menghitung kebutuhan zat gizi, menyusun menu sehari sehingga langsung bisa diterapkan pada diri sendiri maupun masyarakat sekitar. Jika kita mampu menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat dari ahli gizi maka akan terhindar dari segala bentuk penyakit dan tidak perlu menghabiskan banyak biaya pengobatan… jadi ahli gizi sudah sangat familiar dengan kalimat “let your food be your medicine”

STIKes Widya Cipta Husada Malang membuka pendaftaran mahasiswa baru Tahun akademik 2018/2019. Jurusan S1 Ilmu Gizi juga menerima mahasiswa baru program transfer dari D3 Gizi dan D4 Gizi. dSegera daftar sebelum Kubota habits.

Kampus stikes widya cipta husada, Program studi ilmu gizi Jl. Jend. Sudirman (Sidotopo) no. 11 Kepanjen Malang, telp 0856 4670 0749, email [email protected]

 

oleh :    Choirun Nissa, S. Gz, M. Biomed.

Dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi – STIKes Widya Cipta Husada Malang

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *