(Kepanjen, 15 Maret 2022) Pertanyaan tentang peluang kerja tenaga kesehatan apakah hanya di rumah sakit saja? Seringkali terdengar dari para siswa SMA/MA/SMK. Peluang kerja dunia kesehatan sangat luas, tidak hanya bekerja di rumah sakit saja. Arindra Nirbaya, S.Gz.M.Si selaku Kepala Bagian Kemahiswaan dan CDC alumni ITKM WCH menuturkan berdasarkan data pekerjaan alumni yang telah sukses bekerja di puskesmas, klinik, BUMN, CEO usaha bidang kesehatan, perusahaan dan wirausaha.

Bahkan untuk program studi S1 keperawatan dan Bidan telah sukses bekerja sebagai tenaga medis di Jepang dengan gaji antara 15-20 juta/bulan. Program studi radiodiagnostik dan radioterapi merupakan program studi dengan tingkat penyerapan lapangan pekerjaan yang sangat tinngi. Hal ini terbukti dari setiap alumni cepat mendapatkan pekerjaan sebagai radiografer.

Begitu juga dengan program studi Rekam medis dan informasi kesehatan yang memiliki peluang besar bagi alumninya untuk langsung bekerja sebagai perekam medis. Perekam medis merupakan tenaga kesehatan yang tidak berhubungan langsung dengan pasien, yang erat hubungannya dengan administrasi kesehatan.

Tak ketinggalan program studi S1 ilmu Gizi juga berpeluang kerja tidak hanya sebagai ahli gizi klinik di rumah sakit, tetapi dapat pula sebagai tenaga pendidik gizi untuk masyarat, tenaga penyuluh kesehata, peneliti dalam bidang gizi, bekerja dalam Industri makanan Jasa boga/ catering diet khusus , ahli gizi di Rumah sakit, klinik dan puskesmas, BPOM, KONI/ Klub olahraga pusat dan daerah, Praktek konselor gizi mandiri, Jurnalis pangan dan gizi, Wirausaha bidang kuliner kesehatan, Bidang pendidikan sbg dosen jurusan pangan dan gizi.

Prospek peluang kerja dunia keseharan yang sangat tinggi, kemudian masih adanya defisit tenaga kesehatan di Indonesia belum sepenuhnya dipahami oleh Siswa SMA/SMK/MA sederajat. Hal inilah yang mendorong ITKM WCH untuk melakukan pelatihan “Peluang Kerja Dunia Kesehatan”. Adapun pelatihan telah dilakukan di beberapa sekolah, antara lain SMK Widya Dharma Turen, SMK Mutu Gondanglegi , MAN 1 Kab. Malang, SMK Cendekia Madinah Dampit, SMK Ash Sholihudin Dampit.

Pihak sekolah sangat welcome untuk memfasilitasi pelatihan, dan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Siswa yang mengikuti pelatihan sangat antusias dan bersemangat. Sekilas informasi tentang program studi  keperawatan dan kebidananmempelajari teori dan keterampilan merawat pasien dan wanita hamil, bayi yang baru lahir, dan balita. Kamu cocok masuk jurusan ini bila senang menekuni ilmu keperawatan dan kebidanan.

Program Studi Radiodiagnosis dan Radioterapi, yang menitikberatkan pembelajaran pada pemindaian dan diagnosis bagian dalam tubuh manusia dengan menggunakan sinar X, baik berupa gelombang elektromagnetik atau gelombang mekanik. Dengan kemajuan teknologi kedokteran yang lebih modern, radiologi tak hanya menggunakan sinar X, tapi ultrasonik seperti ultranonography (USG) dan magnetic resonance imaging (MRI).

Kamu cocok masuk jurusan ini bila senang berhitung, memiliki ketelitian yang tinggi, serta tertarik dengan teknologi kesehatan dan perkembangannya. Prospek kerja lulusan jurusan ini meliputi Ahli Teknologi Pengobatan Nuklir, Terapis Radiasi, Konselor Genetis. Ahli gizi membantu orang untuk memberikan konseling dan layanan terkait gizi yang berkualitas untuk masyarakat.

Ahli gizi bisa membuka praktik mandiri atau bekerja di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, ataupun puskesmas. Kisaran gaji yang dapatkan seorang ahli gizi pemula Rp30-55 juta per tahun dan tak menutup kemungkinan terus naik seiring bertambahnya pengalaman dan lamanya bekerja. Melihat peluang kerja yang cukup luas dan sangat menjajikan segera daftarkan diri anda di ITKM WCH ya… ada 5 prodi antara lain keperawatan, kebidanan, Radiodiagnosis dan radioterapi, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Ilmu Gizi. Saat ini sudah masuk gelombang ke dua dengan diskon sebesar 10 %.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.